Selasa, 24 Desember 2013

Coban Kembar

RADARMALANG.CO.ID
Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, tidak saja menyimpan potensi wisata air Sumber Pitu, tapi juga ada Coban Kembar. Air terjun yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pemukiman penduduk itu tidak kalah menarik dengan Coban Sumber Pitu.
Seperti namanya Coban Kembar, air terjun ini terbelah menjadi dua. Ibarat dua permaisuri, keduanya sama-sama cantik nan seksi. Sulit untuk memilih salah satunya, sehingga harus memilih keduanya. Keduanya berada di singgasana yang sama yang hanya berjarak sekitar 15 meter dan mengalir pada aliran yang sama, Sungai Lajing.

Dari kejauhan, Coban Kembar ini menyembul di antara perbukitan dan rerimbunan tanaman hutan. Keduanya berdiri tegap, membelah tebing. Keduanya seakan berlomba mempertontonkan kecantikannya lalu merebahkankan diri ke daratan. Meski disebut sebagai Coban Kembar, tapi keduanya sebenarnya
bukanlah kembar identik.
coban-kembar
Perbedaan itu terlihat jelas saat berada di dekat coban. Seperti halnya pada ketinggian. Coban yang terletak 1.200 di atas permukaan air laut ini, memiliki ketinggian yang berbeda. Perbedaannya sekitar 5 meter. Coban pertama dengan ketinggian 40 meter, sedangkan coban kedua dengan ketinggian 35 meter.
Selain dari ketinggiannya, sumber Coban Kembar ini juga tidak sama. Yang satu, aliran cobannya jernih, sedangkan satunya agak keruh pada saat musim penghujan. Kalau seperti ini, yang airnya jernih berasal dari sumber mata air langsung, sedangkan yang keruh dari aliran sungai,” ujar Mohammad Paem Doli Siregar, ketua tim Jelajah Seribu Coban saat mengamati dari dekat kedua aliran coban.
Terlepas dari perbedaan pada Coban Kembar ini, berada di antara kedua coban ini cukup menyenangkan. Pengunjung juga bisa menyaksikan coban dari bukit yang berada di depan air terjun tersebut. Pada bukit kecil di depan coban yang hanya berjarak 25 meter bisa menjadi spot pengambilan gambar yang cukup menarik.
Tim ekspedisi Jelajah Seribu Coban yang diprakarsai Jawa Pos Radar Malang-Dinas Kebudayaan dan Pariwiata Pemkab Malang-Perum Perhutani KPH Malang butuh perjuangan ekstra untuk mencapai lokasi coban.
Untuk mencapai lokasi coban, sepanjang empat kilometer dari pemukiman penduduk bisa dilalui dengan motor trail. Sedangkan satu kilometer sisanya harus ditempuh dengan jalan kaki.
Perjalanan menggunakan trail harus dilakukan dengan hati-hati. Karena jalur yang dilalui pada satu sisinya berupa jurang yang cukup dalam. Pembangunan jalan setapak berupa makadam belum sampai ke titik lokasi. Beberapa titik jalur juga terdapat longsoran tanah.
Konsentrasi penuh harus ditujukan. Padahal, sepanjang perjalanan, tim ekspedisi ini disuguhi pemandangan yang sangat menarik untuk dilirik. Bentangan perkebunan apel dan kopi cukup menggoda mata.
Saat berjalan pun, pengunjung harus hati-hati. Sebab, jalan setapak menuju Coban Kembar sudah tertutup semak belukar. Namun, semua kelelahan terasa hilang mendapati sajian alam yang menawan Coban Kembar. (yak/c1/fir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar