Mata tim ekspedisi Jelajah Seribu Coban seolah tak berkedip saat sampai di lokasi Coban Jahe yang terletak di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung. Sensasi air terjun yang juga dikenal dengan sebutan Coban Begawan yang jatuh dari ketinggian sekitar 45 meter tersebut membuat para pengunjung betah berlama-lama di kawasan tersebut.
Aliran airnya yang berkelok di sela-sela bebatuan kali seolah-olah menggambarkan seorang penari cantik lincah yang tengah meliuk-liukkan tubuhnya. Di antara tebing berbentuk setengah oval, Coban Jahe membelah di tengah-tengahnya. Butiran air pun beterbangan di sekelilingnya.
Tim Jelajah Seribu Coban yang merupakan hasil bentukan Jawa Pos Radar Malang-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Malang-Perum Perhutani KPH Malang langsung terjun ke sungai dekat coban untuk menikmati pemandangan alam yang menakjubkan. ”Luar biasa pemandangan di Coban Jahe ini,” ujar Ahmad Yahya, anggota tim Jelajah Seribu Coban Jawa Pos Radar Malang.

Suguhan alam yang disajikan berbeda dengan objek air terjun di tempat lainnya. Jika di coban lainnya sulit untuk dilihat dari berbagai sudut, di Coban Jahe ini keindahannya bisa dipotret dari berbagai sudut. Bagi yang gemar fotografi, untuk mengabadikannya bisa dilakukan dari banyak tempat. Mulai dari latar depan aliran sungai maupun hutan dengan latar belakang air terjun.
Coban Jahe tidak saja menyuguhkan sensasi air terjun yang deras, tapi juga pemandangan alam yang dikelilingi hutan pinus. Untuk mencapai Coban Jahe tidaklah sulit. Dari pemukiman penduduk hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer.
Dan untuk menuju ke pusat coban, pengunjung tak harus berjalan kaki seperti di coban-coban lainnya. Pengunjung bisa menggunakan mobil atau sepeda motor. Selain aksesnya yang mudah, di tiap tikungan jalan sudah ada petunjuk jalan menuju objek wisata ini.
Meski akses jalannya sudah tersedia, tapi pengunjung harus tetap berhati-hati. Khususnya di saat musim penghujan. Itu karena akses jalannya licin dan masih banyak ditemukan lubang-lubang di sepanjang jalanan yang belum beraspal tersebut. Lubang jalananan itu juga tergenang air hujan maupun luberan dari saluran drainase. Karenanya, pengunjung harus ekstra hati-hati jika tak mau terperosok ke lubang yang tertutup air hujan. (yak/c1/fir)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar